ajatkurniawan.com

Hubungi Kami: 087736500711 | 082134844244 | Pin 7FC7ED2D

kanker darah

Anda mencari obat kanker? atau tumor?!!!

Mungkin anda sedang mencari obat kanker yang ampuh? Silahkan berkunjung ke www.jamugodog.com/ ,

Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi, Kanker tidak lagi mematikan.

Para penderita kanker di Philippines dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman ‘KELADI TIKUS‘ (Typhonium Flagelliforme/ Rat Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan kim mengobati berbagai penyakit kanker kim berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal twenty-five sampai 40 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. ‘Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa, ’ kata Drs. Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Philippines..

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Medical professionsal Man I. T. Teo, Drop Agric (Metres), BSc Agric (Hons) (Metres), MILLISECONDS, PhD dari Universiti Sains Malaysia kim juga pendiri Malignancy Treatment Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Questionnaire, Selandia Baru, Singapura, kim berbagai negara di dunia.

Di Philippines, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara land surface 3 kim harus dioperasi 18 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red wine) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. ‘Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan hairpiece (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit kim hilangnya nafsu makan, ‘jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobatikanker. ‘Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut, ‘ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat kim membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Malignancy, But they also will always be karangan Medical professionsal Man I. T. Teo terbitan 1996. ‘Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Philippines, ’ kenang Patoppoi sambil tersenyum.

Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki kim mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana.

Setelah mendapatkan tanaman tersebut kim mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Medical professionsal. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. Selang beberapa hari, Medical professionsal Teo menghubungi Patoppoi kim menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rat Tuber. ‘Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat, ‘lanjut Patoppoi.

Akhirnya, dengan tekad bulat kim do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. ‘Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari dipinggir sungai depan rumah kim langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar dipinggir sungai, ’ kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak kim mual-mual hilang. ‘Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali widespread, ‘ lanjut Boni. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. ‘Hasil pemeriksaan negatif, kim itu sungguh mengejutkan kami kim dokter-dokter di Jakarta, ’ kata Patoppoi.

Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. ‘Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami, ’ lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rat Tuber, para dokterpun mendukung Pengobatan tersebut kim menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidakmengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Kim pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. ’ Tetapi karena sesuatu hal, paradokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif, ’ sambung Boni sambil tertawa.

Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan Interest 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Medical professionsal. Teo melalui fax untukmenginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa kim mengajak Medical professionsal. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Philippines. Kemudian Medical professionsal.. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh, ’ sambung Patoppoi.

Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Philippines kim disebar-luaskan di Philippines, Medical professionsal. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama kim berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Philippines. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Mentorship Wir yanto, salah satu wartawan handal JawaPos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos jenis-jenis kanker, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Kim eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. ‘Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos, ’ ujar Boni. Kim tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 40 telepon yang masuk. ‘Sampai saat ini, sudah ada sekitar300 orang yang datang ke sini, ’ lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahimstadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya kim sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman kim cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi kim melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Medical professionsal. Teo secara langsung. Atas bantuan DirekturJenderal Pengawasan Obat kim Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Medical professionsal. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Malignancy Treatment Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Philippines..

Ternyata saat Patoppoi mendapat buku ‘Cancer, But they also might Live’ edisirevisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Medical professionsal. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Malignancy Treatment di Jakarta kim Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi kim putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Malignancy Treatment Philippines, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Malignancy Treatment, yaitu di Jl. Kayu Putih various Basically no. 5, Jakarta Timur, telp. 021-4894754, 4894786, 4897686 kim di Buduran, Sidoarjo.

Malignancy Treatment Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil kim teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. ‘Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita, ’ kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan kim gejala penderita kim akan dikirimkan melalui fax ke Medical professionsal. Teo. ‘Formulir tersebut dapat diisi disini, kim akan kami fax-kan. Kemudian Medical professionsal. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 RinggitMalaysia, ’ lanjut Boni. ’ Jadi pasien hanya membayar biaya fax kim obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Medical professionsal. Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. ‘ tambahnya.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung kim sedang dicoba oleh salah satu dokter grown up di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi kim radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak kim gatal, kim selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri kim juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan widespread. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Philippines..

Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai ‘ter-kun’ atau dokter-dukun. ‘Disinilah way away yang terbuka antara pengobatan konvensional kim new age, ‘kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima kim memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw kim sabu-sabu di Surabaya, yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru land surface 3, pasien tersebut mengkonsumsi pil kim teh dari Malignancy Treatment. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita kim mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. ‘Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi, ‘sambung Boni sambil tertawa.

Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang kim tidak lagi merasa kesakitan. Menurut tips Malignancy Treatment Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker kim penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, failing liver wood, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, david hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

kanker darah
Artikel "kanker darah" ditulis oleh admin update terakhir pada 26th September 2011 Categories: Uncategorized Tags: permalinks http://www.ajatkurniawan.com/kanker-darah-2.html di Herbal Back To Nature

Related Posts:

Histats
Obat Kutil Kelamin, Obat Kanker, Obat Diabetes, Obat Sipilis, Obat Gonore, Obat Kencing Nanah, Obat Raja Singa, Obat Eksim, Obat Liver, Obat Jengger Ayam, Obat Wasir, Obat Klamidia, Obat Kondiloma Akuminata, Obat Ambeien
2015 - Herbal Back To Nature