Home » Kesehatan » Mengapa minum obat dianjurkan sebelum dan sesudah makan?

Mengapa minum obat dianjurkan sebelum dan sesudah makan?

Mengapa+minum+obat+dianjurkan+sebelum+dan+sesudah+makan Mengapa minum obat dianjurkan sebelum dan sesudah makan?

Kenapa sih minum obat dianjurkan sebelum dan sesudah makan? Baik kita ulas disini bersama, berbicara mengenai obat memanglah nggak akan punah. Karena di dunia ini orang sakit tentunya pasti ada, penyebab sakit sendiri biasanya orang tersebut tidak mendalami apa yang akan terjadi kedepannya. Juga pola makan yang kurang sehat, jarang berolahraga dan masih banyak penyebab lainnya, lingkungan kurang bersih pun mempengaruhi.

Berbicara soal obat, di definisikan seperti yang Ajatkurniawan.Com kutip dari laman Wikipedia, adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.

Betul, obat sendiri dibagi menjadi beberapa jenis yaitu Injeksi (injectiones), Obat tetes (guttae), Suppositoria, Salep (unguenta), Imunoserum (immunosera), Infusa, Ekstrak (extractum), Galenik, Emulsi (elmusiones), Suspensi (suspensiones), Larutan (solutiones), Kaplet (kapsul tablet), Kapsul (capsule), Pil (pilulae), Tablet, Pulveres, Pulvis, dan juga tanaman-tanaman herbal yang kegunaannya mampu sama seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Next bila berbicara herbal, orang mengenal sebenarnya sudah ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Identiknya, pengobatan ini adalah pengobatan tradisional yang terkenal aman, mudah didapat, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya, serta ekonomis di sebagian kalangan.

Baik langsung saja pada topik sesuai judul, mengapa minum obat sebelum dan sesudah makan? Berikut penjelasannya yang saya kutip dari health cousbravo.

Diminum sesudah makan ya pak/bu!” atau “Diminum 2 jam sebelum makan ya?” Itulah saran seorang dokter kepada seorang pasien pada saat memberikan obat. Sebagian dari Anda ada yang belum tahu mengapa minum obat harus sebelum dan setelah makan. Bahkan ada yang diminum dua jam setelah makan atau satu jam sebelum makan dan sebagainya. Hal ini berkaitan dengan obat yang diberikan dan tubuh kita sebagai sang penikmat obat.

Obat bisa berefek positif jika sudah melewati beberapa tahapan, mulai dari pemasukan, penyerapan, peredaran dalam darah, dan mengenai sasaran yang akan dituju, kemudian bisa berkurang efeknya saat melalui penyaringan di hati ataupun di ginjal. Dalam proses tersebut tidak serta-merta tanpa hambatan, dan hambatan terbesar adalah saat proses penyerapan. Karena interaksi dengan zat lain seperti makanan dan kondisi pencernaan bisa menghambat atau malah mempercepat penyerapan.

Ada beberapa alasan mengapa obat diberikan sebelum dan setelah makan bahkan ada yang bersamaan saat makan serta waktu-waktu tertentu seperti sebelum tidur.

Pertama, obat mempunyai tingkat keasaman, seperti yang biasa Anda ketahui zat atau obat yang ‘berpangkat’ HCl atau asam yang lainnya harus diminum setelah makan, karena kalau sebelum makan keadaan lambung kita masih aktif mengeluarkan asam lambung. So, jika obat diminum sebelum makan lambung akan semakin asam, yang ada malah mengiritasi lambung kita. Sebalknya jika obat bersifat basa akan diberikan sebelum makan.

Kedua, semua obat dapat diserap dalam kondisi tertentu, ada yang diserap dalam suasana asam dan ada pula yang dalam keadaan normal (setelah makan) dan sebagainya.

Ketiga, obat yang ditujukan untuk sasaran tertentu, contohnya obat diabetes ada yang diminum satu jam sebelum makan, satu jam setelah makan dan saat makan. Jika obat diminum beberapa saat sebelum makan, karena kerja obat itu sendiri yang aktif saat glukosa (gula) tinggi dalam darah yang disesuaikan dengan waktu puncak aktif obat dalam tubuh. Logikanya, obat mempunyai puncak aktif satelah 3 jam diminum, sedangkan glukosa bisa mencapai kadar tinggi dalam darah kurang lebih 2 jam, jadi (3 jam – 2 jam = 1jam). Begitu juga dengan obat yang diminum 1 jam setelah makan. Ada juga obat kolesterol yang harus diminum sebelum tidur, ini dikarenakan sistem tubuh yang berkaitan dengan penyakit tersebut aktif saat malam hari maka harus dinonaktifkan.

Keempat, obat infus diberikan tidak melihat apakah orang sudah atau belum makan. Ini karena obat langsung dimasukkan ke pembuluh darah dan langsung menuju sasaran dalam waktu yang singkat, tentunya tidak melihat asam atau tidaknya kondisi lambung.

Bagaimana kalau minum obat yang diminum tidak sesuai dengan waktunya? Misalnya obat yang seharusnya diminum setelah makan tetapi diminum sebelum makan. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, ini masalah kepatuhan dalam mengkonsumsi obat, jika ingin cepat sembuh ikutilah aturan pakai.

***

  • Do’a sebelum minum obat :
    Allohumma inni as-alukal ‘aafiyata adz-hib al-ba-sa robbannaas. isyfi antasy-syaafii laa syifaa-a illaa syifaauka laa yughoodiru saqomaa
    “Ya Alloh, aku mohon kesehatan kepada-Mu, hilangkanlah penyakit wahai pemelihara manusia. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang dapat menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit”

Mudah-mudahan apa yang saya jelaskan diatas bermanfaat bagi kita semua & semoga lekas sembuh bagi Anda yang sedang menerima cobaan dari Yang Maha Kuasa. Dan yang tetap sehat mohon untuk tetap bersyukur, karena tanpa kita sadari kesehatan sering kita lupakan tidak berucap syukur kepadaNya. Padahal sehat itu anugrah paling nikmat dariNya, betul? Baca juga artikel sebelumnya yang sudah di publish yaitu Manfaat Buah Naga Untuk Kesehatan. Semoga bermanfaat!

Kesehatan »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

0 Komentar "Mengapa minum obat dianjurkan sebelum dan sesudah makan?"



Halo, Silahkan Tinggalkan Komentarnya