ajatkurniawan.com

Hubungi Kami: 087736500711 | 082134844244 | Pin 7FC7ED2D

Pengobat alternatif kanker serviks

Anda menderita penyakit kanker [Kanker Saluran Pencernaan, Kanker kolon dan rektum, kanker serviks, Kanker Kandung Kemih, Kanker Prostat, Kanker Buah Zakar (Testis), Kanker Darah (Leukemia), Kanker Hati, Kanker Lambung, Kanker Lidah, Kanker Mata, Kanker Pankreas, Kanker Prostat, Kanker Tiroid, Kanker Payudara, Kanker Otak, Kanker Rahim, Kanker Mulut, Kanker Tenggorokan, Kanker Paru-Paru]

Jangan Putus asa, Lawan penyakit kanker anda

Silahkan Baca artikel herbal untuk penyakit kanker berikut ini sampai selesai

Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel/jaringan yang tidak terkendali, terus bertumbuh/bertambah, immortal (tidak dapat mati). Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar dan dapat membentuk anak sebar.

Penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh semua orang. Dari berbagai kasus yang ada, beberapa penderitanya berhasil sembuh, namun tidak sedikit juga orang meninggal dikarenakan penyakit kanker ini. Walaupun setiap jenis kanker memiliki karakteristik dan gejala sendiri yang spesifik, deteksi dini dengan pengenalan lebih dalam akan gejala penyakit kanker seharusnya dilakukan. Semua mungkin sudah tahu bahwa kunci untuk sembuh dari penyakit kanker adalah mendeteksi sejak dini ketika penyakit itu masih bisa diobati.

Gejala penyakit kanker yang umum biasanya adanya penurunan berat badan yang tidak beralasan. Penurunan berat badan yang signifikan selama beberapa bulan tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda utama, Anda mungkin menderita penyakit kanker. Penurunan berat badan ini paling sering terjadi pada kanker pankreas, perut, kerongkongan, atau juga kanker paru-paru. Gejala penyakit kanker yang umum lainnya adanya perubahan warna kulit. Adanya perubahan warna kulit atau warna tahi lalat yang sudah ada atau munculnya lesi baru. Kanker kulit dapat berkembang di beberapa bagian tubuh, terutama pada orang yang sering mengunyah tembakau, merokok, minum alkohol, atau luka pada kulit yang tak kunjung sembuh. Ada banyak sekali jenis kanker diantaranya: kanker payudara , kanker kulit , kanker otak , kanker ovarium , kanker prankeas , kanker rahim , kanker serviks DLL.

Tanaman Obat kanker tradisional terbaik.

Sirsak

Keyakinan banyak orang bahwa daun sirsak (Annona muricata L) memiliki khasiat melumpuhkan keganasan kanker, tampaknya bukan sekadar kepercayaan kosong.

Melalui serangkaian proses ekstraksi, kandungan kimiawi bioaktif dalam lembaran daun sirsak terbukti efektif mematikan sel kanker, setidaknya pada kanker serviks dan kanker nasopharynx.

Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS dosen Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, bersama Adi Prayitno (Fakultas Kedokteran) dan Anif Nur Artanti (Fakultas Farmasi), selama setahun terakhir melakukan eksplorasi aktivitas bioaktif pada daun sirsak untuk anti kanker nasopharynx dan serviks.

Hasil penelitian tim gabungan antar-fakultas tersebut masih memerlukan uji klinis untuk memastikan efektivitasnya. Hasil uji laboratorium di Fakultas MIPA menunjukkan, kandungan bioaktif daun sirsak ternyata mampu mematikan sel kanker.

“Kami fokus meneliti lemampuan itu pada dua jenis kanker tersebut, karena penyebab kanker serviks dan nasopharynx yang tumbuh di tenggorokan adalah virus. Jenis kanker ini bisa menyerang siapa saja dan pada semua umur,” jelas Prof. Okid kepada wartawan, saat memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium FMIPA UNS, akhir pekan lalu.

Menurut peneliti yang dibantu beberapa mahasiswa FMIPA itu, daun sirsak yang memiliki kandungan bioaktif paling baik, adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Jika daun terlalu tua, katanya, bahan bioaktifnya sudah tidak berfungsi.

Sedangkan daun yang terlalu muda, bahan bioaktifnya kurang maksimal.
“Untuk dijadikan obat, harus diuji klinik dan kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi,” katanya.

Prof. Okid menegaskan, dalam penelitian laboratorium, formula yang disebut isolat sirsak itu belum dapat digunakan sebagai obat. Dia menyatakan, isolat sirsak itu harus diuji secara klinis yang melibatkan ahli farmasi.

“Isolat sirsak itu belum menjadi obat, karena masih harus diuji secara klinis. Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan farmasi untuk pengujian agar dapat digunakan sebagai obat. Penggunaanya juga harus dilakukan dokter, karena sifat bioaktifnya tidak bisa digunakan sembarangan,” katanya lagi.

Para mahasiswa yang membantu Prof. Okid menjelaskan, pembuatan isolat sirsak tersebut melalui proses relatif panjang. Daun-daun sirsak lebih dahulu dicuci dan dikeringkan, lalu dipanaskan dalam oven dengan suhu maksimal 50 derajat Celcius.

Daun yang telah kering diblender, sehingga menghasilkan serbuk daun sirsak seberat 600 gram. Serbuk tersebut selanjutnya dijadikan pasta melalui proses ekstraksi dengan ethanol 95 persen.

“Setelah melalui beberapa tahap proses lanjutan, akan dihasilkan isolat sirsak untuk disuntikkan pada sel kanker. Berdasarkan beberapa kali pengujian, ternyata hasilnya menunjukkan sel-sel kanker mati,” ungkap Prof. Okid.

Dalam penelitiannya, tim ahli gabungan juga mengembangkan penelitian manfaat daun sirsak sebagai obat kanker, namun bukan dalam bentuk isolat sirsak.

Inovasi berupa pemanfaatan daun sirsak yang dia sebut sebagai bioproduk, dengan cara penggunaan mudah dan dapat dilakukan setiap orang itu, berfungsi sebagai agen terapi kanker.

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2015/06/25/332490/bahan-bioaktif-daun-sirsak-terbukti-bisa-membunuh-kanker

Kini Sudah Banyak daun sissak dalam bentuk Ekstrak

Sarang Semut (Myrmecodia peden)

Selama ini, tanaman sarang semut (Myrmecodia peden) banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan. Tanaman epifit yang banyak dijumpai di derah Papua ini diyakini mampu mengatasi berbagai penyakit berat, seperti kanker, diabetes, hipertensi, lever, asam urat, dan jantung. Kenyataan tersebut cukup beralasan, apalagi setelah dilakukan berbagai penelitian ilmiah yang mampu membuktikan khasiat tanaman ini.

Penelitian juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arius Suwundo, Felicia Widyaputri, Marika Suwondo, dan Prenali Satmika membuktikan sarang semut mampu menghambat dan bahkan membunuh sel kanker. Selain mampu membuktikan khasiat sarang semut untuk pengobatan kanker, penelitian yang berjudul ‘Myrmecodia Peden: Alternatif Kemoterapi Kanker Payudara dengan Efek Samping Minimal’ juga berhasil mengantarkan keempat mahasiswa tersebut meraih medali emas pada Pimnas XXIV di Universitas Hasanuddin, Makassar, 19-21 Juli lalu.

Arius Suwondo mengatakan kepada wartawan bahwa mereka tergerak untuk meneliti tanaman sarang burung karena selama ini banyak dikonsumsi masyarakat dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya adalah kanker. Mereka kemudian mengkaji lebih dalam untuk mengetahui apakah tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati kanker dengan efek samping minimal, tidak seperti pada pengobatan kemoterapi yang menimbulkan sejumlah efek samping. ”Ide penelitian berawal dengan melihat pengobatan kanker dengan cara kemoterapi yang banyak menimbulkan penderita kanker melakukan drop out dan menghentikan terapi karena mengalami beberapa efek samping. Harapannya dengan pengobatan sarang semut, herbal, hasilnya bisa meminimalisir efek samping penderita kanker,” jelasnya di Fakultas Kedokteran UGM, Selasa (26/7).

Sarang semut diketahui mengandung flavanoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Selain itu, ia juga mengandung tokoferol dan alfa-tokoferol, zat dengan aktivitas anti oksidan tinggi yang mampu menghambat radikal bebas.

Disebutkan Arius, dari hasil uji sitotoksik diketahui adanya aktivitas terhadap sel kanker setelah direaksikan dengan ekstrak sarang semut. Ekstrak sarang semut terbukti mampu menghambat, bahkan membunuh sel kanker melalui mekanisme apoptosis, yaitu mematikan sel kanker dengan cara terprogram tanpa menimbulkan rasa sakit pada penderita. “Setelah melalui uji sitotoksis, dapat terlihat tanaman ini mampu menghambat dan bahkan mematikan sel kanker dengan mekanisme apoptosis, tidak memecahkan sel yang menimbulkan peradangan yang bisa membahayakan kesehatan pasien,” urainya.

Ditambahkan oleh Felicia Widyaputri, dengan dosis Inhibitory Consentration (IC) 50 sebesar 539,902 mikrogram/milliliter mampu menghambat hingga 50 persen pertumbuhan sel kanker. Saat dosis ekstrak sarang semut ditingkatkan dengan Effective Consentration (EC) 50 sebesar 1599,998 mikrogram/milliliter dapat membunuh sel kanker hingga 50 persen. “Ketika dosisnya meningkat, maka proses apoptosisnya juga meningkat, dengan EC 50 sebesar 1599,998 mikrogram/milliliter dapat membunuh sel kanker sampai angak 50 persen,” terang mahasiswi angkatan 2008 ini.

Sumber: http://www.ugm.ac.id/id/post/page?id=3969

Kini banyak tersedia Sarang Semut yang sudah di ekstrak sehingga memudahkan anda dalam mengkonsumsinya

Keladi Tikus

Pernahkah Anda mendengar tentang tanaman keladi tikus? Disinyalir tanaman ini memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai pengobatan kanker. Dikutip oleh situs Deherba, Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric yang memiliki yayasan Cancer Care di Penang, Malaysia, telah meneliti manfaat keladi tikus semenjak tahun 1995. Keladi tikus sendiri adalah salah satu tanaman yang berasal dari Malaysia, yang digunakan sebagai obat kanker dengan cara mengambil ekstraknya. Di Indonesia sendiri keladi tikus cukup terkenal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk kanker, dan sudah banyak dijual dalam bentuk pil.

Awal mulanya tanaman ini mulai digunakan untuk mengobati penyakit kanker sejak kekhawatiran muncul tentang pengobatan kimia aktif atau kemoterapi yang dapat merusak jaringan tubuh, walaupun cukup efektif dalam membunuh sel kanker, hal ini dikemukakan pada jurnal “Potensi Bakteri Endofik dari Tanaman Keladi Tikus sebagai Penghasil Zat Antimikroba dan Antioksidan”. Pengobatan herbal diperlukan agar efek samping yang diterima saat melakukan pengobatan kimia tidak terlalu besar. Selain itu, pengobatan herbal membantu agar sel-sel kanker tidak menyebar dan tidak memberikan efek toksik pada penderita.

Tanaman keladi tikus dianggap mampu menghambat penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Khasiat dari tanaman ini adalah antikanker, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan di jurnal tersebut meneliti bakteri endofit yang tumbuh di jaringan tumbuhan. Bakteri yang diteliti ini akan menghasilkan metabolit yang hampir sama dengan tumbuhan yang ditumbuhinya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bakteri tersebut menghasilkan senyawa antimikroba yang tinggi. Selain itu, juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen karena senyawa aktif yang dihasilkan. hellosehat.com/keladi-tikus-obat-kanker/

Pasien yang terhormat, Kami tidak menghalangi anda untuk pergi ke dokter, silahkan konsultasikan penyakit anda ke dokter ahli sebagai pendamping dan tim anda untuk melawan kanker. Karena saat ini anda sedang berperang, dan membutuhkan tim untuk membantu anda melawan penyakit kanker yang anda derita.

Selain mengkonsultasikan ke dokter, tidak ada salahnya juga anda mengkonsumsi jamu tradisional Obat Alternatif Kanker Herbal untuk membantu menjaga stamina, guna membantu memelihara kesehatan. Berfikirlah positif guna menjadikan sugesti yang baik untuk membantu kepercayaan diri anda.

Kami sarankan untuk hasil yang lebih maksimal selain Pengobatan Medis anda bisa mengkonsumsi ziirsak anda bisa mengkombinasikannya dengan Sarang semut papua ataupun dengan typhogell baik dengan merebus sendiri atau yang sudah di ekstraks dalam bentuk kapsul


Untuk mendapatkan Ziirzax , Mycopend dan Typhogell denature silahkan hubungi kami

0877 2451 6111 (call/sms)
0821 3861 5111 (call/sms/whatsApp)

Mengkonsumsi Ziirzak De Nature yang dikombinasikan dengan Ekstrak Sarang Semut dan Thyphogell ternyata secara uji klinis mampu membantu memelihara dan menjaga stamina penderita kanker.

Alhamdulillah produk herbal dari denature indonesia sudah memiliki ijin dari kementrian kesehatan, sudah mendapatkan ijin edar dan sudah memenuhi standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik ) dari BPOM.

Pengobat alternatif kanker serviks
Artikel "Pengobat alternatif kanker serviks" ditulis oleh admin update terakhir pada 5th April 2017 Categories: Kanker | Tumor dan Obatnya Tags: permalinks http://www.ajatkurniawan.com/pengobat-alternatif-kanker-serviks.html di Herbal Back To Nature

Related Posts:

Histats
Obat Kutil Kelamin, Obat Kanker, Obat Diabetes, Obat Sipilis, Obat Gonore, Obat Kencing Nanah, Obat Raja Singa, Obat Eksim, Obat Liver, Obat Jengger Ayam, Obat Wasir, Obat Klamidia, Obat Kondiloma Akuminata, Obat Ambeien
2015 - Herbal Back To Nature