ajatkurniawan.com

Hubungi Kami: 087736500711 | 082134844244 | Pin 7FC7ED2D

Prediksi Capres | Calon Presiden Tahun 2014

Prediksi PresidenKita sudah menginjak tahun politik yang pastinya akan kita rayakan semuanya, disini saya akan sedikit berbagi wacana tentang prediksi ramalan capres kita yang tinggal hanya beberapa bulan lagi. Kita kembali menyimak ramalan Joyoboyo, hampir seribu tahun silam. Jika mengacu pada ramalan Joyoboyo, mereka yang akan memerintah di republik ini adalah orang orang yang memiliki nama no-to-no-go-ro, maka nama yang muncul berakhir dengan No adalah. Sukarno, To, Soeharto, kemudian kembali ke no, Yudhoyono. Maka setelah SBY ini alternatifnya ada dua yakni TO atau RO. Artinya, jika tahun 2014 nanti muncul nama calon yang berakhiran TO, atau RO maka bisa diramalkan dia akan menjadi pemimpin RI selanjutnya. Jadi kita sudah bisa mulai menebak-nebak siapa yang punya nama akhiran TO dan RO tersebut.

Prabu Jayabaya ini adalah Raja Kerajaan Kediri yang terkenal sakti dan berilmu tinggi. Konon Jayabya adalah titisan Betara Wishnu, sang Pencipta Kesejahteraan di Dunia, yang akan menitis selama tiga kali. Jayabaya memerintah Kerajaan Kediri pada tahun 1135-1157 Masehi. Ia mampu meramalkan berbagai kejadian yang akan datang yang ditulis dalam bentuk tembang-tembang Jawa yang terdiri atas 21 pupuh berirama Asmaradana, 29 pupuh berirama Sinom, dan 8 pupuh berirama Dhandanggulo. Kitab ini dikenal dengan nama Kitab Musarar.

Ramalan Jayabaya dibagi dalam 3 zaman yang berlangsung selama 700 tahun, yaitu zaman Permulaan (Kali-swara), zaman Pertengahan (Kali-yoga) dan zaman Akhir (Kali-sangara).

Yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah ramalan zaman Akhir (Kali Sangara) dari tahun Masehi 1401 sampai dengan tahun 2100. Karena kita dapat membuktikannya dengan catatan sejarah Indonesia dalam periode tersebut.

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan – kerajaan Jawa, naik – turunnya para raja-raja dan ratu- ratunya atau pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-Jangga (1401-1500 Masehi), Kala-Sakti (1501-1600 M), Kala-Jaya (1601-1700 M), Kala-Bendu (1701-1800 M), Kala-Suba (1801-1900 M), Kala-Sumbaga (1901-2000), dan Kala-Surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-Sumbaga (1901-2000) juga sudah diramalkan sebelumnya dan hasilnya tidak begitu jauh. Soekarno digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim), suaranya menggelegar, berkharisma dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi). Sang Raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), namun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak – anak kecil yang mengelilingi rumahnya.

Sang Raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa Soekarno sangat anti Imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi: Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, nanging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik – cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak – surak kaya nggugah pitik ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu.

Bung Karno bergelar Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, siapa yang menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, dan menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, benderanya merah-putih. Soekarno meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi: sing wani bakal wirang, yen nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine marga lemes.

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada bagian akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu, duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi, pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Soeharto muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI, berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966 dan digambarkan sebagai seorang yang kaya raya serta akan menjadi pemimpin dunia.

Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun, dan menurut Jayabaya ada tiga raja yang menguasai tanah Jawa saat itu. Ini bentuk simbolisasi dari tiga kekuatan politik: Golkar-Parpol-ABRI. Ketiga kekuatan itu menghilang saat Pak Harto mundur, karena saling berselisih. Setelah itu tidak ada lagi raja yang disegani, dan para bupat manca negara berdiri sendiri-sendiri (otonomi daerah).

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut di atas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie. Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera.

Sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam. Mula den upadinem sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda.

Selanjutnya disebutkan: Inilah jalan bagi yang selalu ingat dan waspada! Agar pada zaman tidak menentu bisa selamat dari bahaya atau jaya-baya, maka jangan sampai keliru dalam memilih pemimpin.

Presiden RI 2014

Sosok sang pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkah nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari. Bisa saja ia akan terpilih dalam Pilpres 2014 mendatang.

Yang tak kalah pentingnya adalah 2 huruf akhir/sebagian kata nama presiden RI yang dirangkum dalam sebuah kata NOTONOGORO/NOTONEGORO. Dan hal itu sudah pula terbukti dengan 3 periode masa pemerintahan presiden Indonesia, yaitu: SoekarNO, SoeharTO, Susilo Bambang YudhoyoNO. Bagaimnana dengan BJ Habibie, Megawati dan Gus Dur/Abdurahman Wahid??

Inilah yang hingga kini belum terjawab.

Tapi tafsir ramalan Jayabaya atau Joyoboyo lain disebutkan bahwa yang akan menjadi satrio paningit adalah pemimpin yang Notonegoro yang artinya Noto (menoto = menata) dan Negoro adalah Negara.

Jadi presiden 2014 nanti adalah orang pilihan (pilihan rakyatnya maksudnya) dalam menata negara kesatuan republik Indonesia. Presiden RI 2014 adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menata negara. Suku kata tersebut ditulis dalam huruf Jawa yaitu honocoroko (ada utusan), dotosowolo (berbeda pendapat), podojoyonyo (sama-sama menang), mogobotongo (sama-sama kalah). Keduapuluh huruf Jawa itu mudah diberi huruf hidup hanya dengan menambahkan tanda. Ditambah tanda di depan atau dibelakang yang disebut ditaling tarung maka huruf A akan berubah menjadi O.

Jika menilik nama-nama yang sudah pernah memimpin maka sudah ada 6 orang presiden. Ke enam orang itu adalah NO SukarNO; TO SuharTO; NO/Ne (Habibie); GO =Gus/Goes dan MegA (O) dan terakhir kembali NO = SB Yudhoyo NO.

Nah, jika jika dilihat dari ramalan di atas ada dua kemungkinan yang akan menjadi penata Negara RI pada tahun 2014 nanti, yakni mereka yang memiliki akhiran To atau Ro. Siapakah To dan Ro itu?

Versi TO

TO ada beberapa calon Presiden RI 2014 yang memiliki akhiran nama To, Misalnya Ketua Umum Partai Hanura: Wiran TO, Ketua dewan pembina Partai Gerindra: Prabowo Subian TO

Versi RO

Nah yang versi RO, bisa (RHO ma) atau Edhi Basko RO atau Ibas.

Ya itulah sedikit ramalan atau prediksi capres kita nanti di beberapa bulan lagi yang akan datang, yang namanya prediksi belum tentu benar, oleh karena itu prediksi Joyoboyo berikut ini, jangan dijadikan acuan. Kita kembali pada diri kita masing-masing mau mempercayai atau tidak. Kalo menurut Anda, siapa pemimpin yang tegas dan pantas jadi orang no 1 di negeri kita tercinta ini dari beberapa capres yang di sebutkan di atas?

Prediksi Capres | Calon Presiden Tahun 2014
Artikel "Prediksi Capres | Calon Presiden Tahun 2014" ditulis oleh admin update terakhir pada 7th January 2014 Categories: Berita, Hiburan Tags: permalinks http://www.ajatkurniawan.com/prediksi-capres-calon-presiden-tahun-2014.html di Herbal Back To Nature

Related Posts:

Histats
Obat Kutil Kelamin, Obat Kanker, Obat Diabetes, Obat Sipilis, Obat Gonore, Obat Kencing Nanah, Obat Raja Singa, Obat Eksim, Obat Liver, Obat Jengger Ayam, Obat Wasir, Obat Klamidia, Obat Kondiloma Akuminata, Obat Ambeien
2015 - Herbal Back To Nature